Oleh : Asep P. Kurnia
Dalam dunia
pendidikan, tepatnya dalam lingkungan sekolah, dikenal adanya tiga kelompok
besar model pembelajaran. Tiga kelompok pembelajaran tersebut, dapat dilihat
secara eksplisit dalam ruang lingkup pendidikan dasar, khususnya pada satuan
pendidikan Sekolah Dasar. Adapun ketiga kelompok besar model pembelajaran
tersebut meliputi; pembelajaran terpisah (Separated
Subject Matter), pembelajaran terpadu (integrated
subject matter), dan pembelajaran terkorelasi (correlated subject matter).
Istilah pembelajaran
merupakan paradigma baru dari kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran memiliki
orientasi pelaksanaan penyajian materi yang lebih luas. Menurut Alison V.
Takhray seorang konsultan pendidikan dari Inggris, saya lebih menyukai istilah
pembelajaran (learning) karena memiliki
makna yang lebih luas dalam mengembangkan materi pelajaran dan menyajikannya
kepada siswa. Adapun menurut Encarta Encyclopedia 2003, learning is acquiring knowledge
or developing the ability to
perform new behaviors. It is common to think of learning as something that
takes place in school, but much of human learning occurs outside the classroom,
and people continue to learn throughout their lives.
Pembelajaran terpisah (separated subject matter)
Pembelajaran
terpisah atau dikenal pula dengan pembelajaran parsial, adalah pembelajaran
yang memisahkan penyajian materi berdasarkan mata pelajaran masing-masing,
sesuai dengan ruang lingkup materi dan disiplin ilmu yang ada. Perencanaan
maupun pelaksanaan pembelajaran disajikan guru secara terpisah tanpa adanya
pertimbangan korelasi untuk setiap konsep yang terkait. Di Sekolah Dasar,
pelaksanaan model pembelajaran ini berlangsung mulai jenjang kelas IV, V, dan
VI. Meskipun pada dasarnya di Sekolah Dasar tidak selamanya menggunakan model
parsial, mengingat adanya sistem guru kelas, yang sewakutu-waktu menggunakan
model korelasi yang mengaitkan materi tertentu pada beberapa mata pelajaran
tertentu. Adapun pada jenjang SMP dan SMA, cenderung lebih kental dengan
parsialnya, mengingat sistem guru mata pelajaran. Korelasi materi dengan
beberapa mata pelajaran, bisa saja terjadi bilamana guru yang bersangkutan
benar-benar kreatif dalam melihat keterkaitan antar materi.
Pembelajaran terpadu (integrated subject matter/integrated learning)
Pembelajaran terpadu
berangkat dari kurikulum terpadu (integrated
curriculum). Integrasi artinya terpadu, merupakan penggabungan beberapa
satuan yang terpisah dengan mengutamakan kesamaan dari setiap satuan. Adapun
kurikulum merupakan rangkaian rencana atau program pembelajaran yang mengacu
pada tujuan tertentu. Hal ini sesuai dengan bunyi UUD Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 1 ayat (19) bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan
pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu.
Mengapa dalam
Kegiatan Pembelajaran perlu memadukan antara satu mata pelajaran dengan mata
pelajaran lain, atau satu pelajaran dengan bahan tertentu? Karena, secara
empirik hakikatnya pengalaman hidup bersifat kompleks dan terpadu atau
menyangkut beberapa aspek yang saling berkaitan. Sebagai contoh, pergi ke
pantai merupakan kompleksitas kehidupan sosial, ekonomi, matematika, dan IPA.
Sebelum pergi ke pantai maka akan berhitung mengenai besaran biaya yang akan
dikeluarkan sejak dari keberangkatan hingga pulang. Ini berkaitan erat dengan
mata pelajaran matematika. Kaitannya dengan masalah ekonomi, sejauh mana
keberadaan pantai tersebut menjadi objek pariwisata yang memberikan keuntungan
bagi para pedagang di sekitarnya. Adapun secara teoritis ilmiah, pentingnya
pembelajaran terpadu karena keadaan permasalahan dalam kehidupan akan terus
berkembang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh,
komputer dan telepon genggam kini telah menjadi mesin informasi yang mampu
menembus genggaman banyak orang. Peristiwa apapun, termasuk yang terjadi di
berbagai belahan dunia, masuk ke ruangan papiliun, bahkan kamar-kamar pribadi
lewat televisi tanpa permisi.
Pembelajaran terkorelasi (correlated subject matter).
Pembelajaran
terkorelasi adalah pembelajaran yang mengaitkan satu sama lain unsur-unsur
materi tertentu. Berbeda dengan pembelajaran terpadu, pembelajaran terkorelasi
hanya unsur materi tertentu yang secara terintegrasi memiliki kesamaan atau ada
hubungannya dan saling menunjang. Misalnya pada materi pembelajaran
thermometer, pada pelaksanaannya akan melibat perhitungan dalam mengukur suhu
dan perbandingan antara Celcius, Fahrenheit, dan Reamur. Hal ini menunjukkan
adanya hubungan korelasi antara materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan
Matematika. Materi terkorelasi ini akan memiliki pengaruh signifikan bagi
perkembangan kompetensi peserta didik. Kondisi ini sejalan dengan Peraturan
Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6
ayat (4) bahwa setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik
sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi
pemahaman dan atau penghayatan peserta didik.
Dengan kata lain,
pembelajaran terkorelasi adalah pembelajaran yang mempertemukan unsur-unsur
materi tertentu yang saling memiliki keterkaitan dari beberapa mata pelajaran
tertentu, meskipun mata pelajarannya tetap merupakan mata pelajaran parsial.
Copy-Paste sebagian atau keseluruhan adalah pelanggaran hak cipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar