Jumat, 25 Januari 2013

Tiga Kelompok Besar Pembelajaran


Oleh : Asep P. Kurnia
Dalam dunia pendidikan, tepatnya dalam lingkungan sekolah, dikenal adanya tiga kelompok besar model pembelajaran. Tiga kelompok pembelajaran tersebut, dapat dilihat secara eksplisit dalam ruang lingkup pendidikan dasar, khususnya pada satuan pendidikan Sekolah Dasar. Adapun ketiga kelompok besar model pembelajaran tersebut meliputi; pembelajaran terpisah (Separated Subject Matter), pembelajaran terpadu (integrated subject matter), dan pembelajaran terkorelasi (correlated subject matter).


Istilah pembelajaran merupakan paradigma baru dari kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran memiliki orientasi pelaksanaan penyajian materi yang lebih luas. Menurut Alison V. Takhray seorang konsultan pendidikan dari Inggris, saya lebih menyukai istilah pembelajaran (learning) karena memiliki makna yang lebih luas dalam mengembangkan materi pelajaran dan menyajikannya kepada siswa. Adapun menurut Encarta Encyclopedia 2003, learning is acquiring knowledge  or developing  the ability to perform new behaviors. It is common to think of learning as something that takes place in school, but much of human learning occurs outside the classroom, and people continue to learn throughout their lives.

Pembelajaran terpisah (separated subject matter)
Pembelajaran terpisah atau dikenal pula dengan pembelajaran parsial, adalah pembelajaran yang memisahkan penyajian materi berdasarkan mata pelajaran masing-masing, sesuai dengan ruang lingkup materi dan disiplin ilmu yang ada. Perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran disajikan guru secara terpisah tanpa adanya pertimbangan korelasi untuk setiap konsep yang terkait. Di Sekolah Dasar, pelaksanaan model pembelajaran ini berlangsung mulai jenjang kelas IV, V, dan VI. Meskipun pada dasarnya di Sekolah Dasar tidak selamanya menggunakan model parsial, mengingat adanya sistem guru kelas, yang sewakutu-waktu menggunakan model korelasi yang mengaitkan materi tertentu pada beberapa mata pelajaran tertentu. Adapun pada jenjang SMP dan SMA, cenderung lebih kental dengan parsialnya, mengingat sistem guru mata pelajaran. Korelasi materi dengan beberapa mata pelajaran, bisa saja terjadi bilamana guru yang bersangkutan benar-benar kreatif dalam melihat keterkaitan antar materi.

Pembelajaran terpadu (integrated subject matter/integrated learning)
Pembelajaran terpadu berangkat dari kurikulum terpadu (integrated curriculum). Integrasi artinya terpadu, merupakan penggabungan beberapa satuan yang terpisah dengan mengutamakan kesamaan dari setiap satuan. Adapun kurikulum merupakan rangkaian rencana atau program pembelajaran yang mengacu pada tujuan tertentu. Hal ini sesuai dengan bunyi UUD Nomor  20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat (19) bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Mengapa dalam Kegiatan Pembelajaran perlu memadukan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lain, atau satu pelajaran dengan bahan tertentu? Karena, secara empirik hakikatnya pengalaman hidup bersifat kompleks dan terpadu atau menyangkut beberapa aspek yang saling berkaitan. Sebagai contoh, pergi ke pantai merupakan kompleksitas kehidupan sosial, ekonomi, matematika, dan IPA. Sebelum pergi ke pantai maka akan berhitung mengenai besaran biaya yang akan dikeluarkan sejak dari keberangkatan hingga pulang. Ini berkaitan erat dengan mata pelajaran matematika. Kaitannya dengan masalah ekonomi, sejauh mana keberadaan pantai tersebut menjadi objek pariwisata yang memberikan keuntungan bagi para pedagang di sekitarnya. Adapun secara teoritis ilmiah, pentingnya pembelajaran terpadu karena keadaan permasalahan dalam kehidupan akan terus berkembang selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Contoh, komputer dan telepon genggam kini telah menjadi mesin informasi yang mampu menembus genggaman banyak orang. Peristiwa apapun, termasuk yang terjadi di berbagai belahan dunia, masuk ke ruangan papiliun, bahkan kamar-kamar pribadi lewat televisi tanpa permisi.

Pembelajaran terkorelasi (correlated subject matter).
Pembelajaran terkorelasi adalah pembelajaran yang mengaitkan satu sama lain unsur-unsur materi tertentu. Berbeda dengan pembelajaran terpadu, pembelajaran terkorelasi hanya unsur materi tertentu yang secara terintegrasi memiliki kesamaan atau ada hubungannya dan saling menunjang. Misalnya pada materi pembelajaran thermometer, pada pelaksanaannya akan melibat perhitungan dalam mengukur suhu dan perbandingan antara Celcius, Fahrenheit, dan Reamur. Hal ini menunjukkan adanya hubungan korelasi antara materi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika. Materi terkorelasi ini akan memiliki pengaruh signifikan bagi perkembangan kompetensi peserta didik. Kondisi ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 6 ayat (4) bahwa setiap kelompok mata pelajaran dilaksanakan secara holistik sehingga pembelajaran masing-masing kelompok mata pelajaran mempengaruhi pemahaman dan atau penghayatan peserta didik.
Dengan kata lain, pembelajaran terkorelasi adalah pembelajaran yang mempertemukan unsur-unsur materi tertentu yang saling memiliki keterkaitan dari beberapa mata pelajaran tertentu, meskipun mata pelajarannya tetap merupakan mata pelajaran parsial.

Copy-Paste sebagian atau keseluruhan adalah pelanggaran hak cipta.

Tidak ada komentar: