Tampilkan postingan dengan label KURIKULUM 2013 ADALAH PENYEMPURNAAN DARI KURIKULUM 2006. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KURIKULUM 2013 ADALAH PENYEMPURNAAN DARI KURIKULUM 2006. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Agustus 2014

KURIKULUM 2013 ADALAH PENYEMPURNAAN DARI KURIKULUM 2006

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2006 (KTSP). Seperti halnya Kurikulum 2004 dan 2006, Kurikulum 2013, tergolong kepada Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Terletak beberapa perbedaan dari ketiga kurikulum tersebut, yakni pada beberapa hal tertentu. Dalam hal perumusan indikator pengembangan kompetensi, pada Kurikulum 2004 telah dibuat langsung dari pusat. Dalam hal ini guru tidak perlu pusing-pusing membuat indikator sendiri, tinggal memilih dan menyesuaikan saja dengan rancangan pembelajaran yang akan disajikan di dalam kelas. Sementara pada Kurikulum 2006, guru secara keseluruhan menyusun dan mengembangkan sendiri indicator pengembangan kompetensi sebagai bentuk penjabaran dari Kompetensi Dasar. Adapun pada Kurikulum 2013, sesuai dengan Buku Guru, guru dapat mengambil indikator yang telah disediakan pada tiap pembelajaran. Jadi guru tinggal memilih dan memilah sesuai dengan disain dan rancangan pembelajaran yang akan disajikan. Namun, indicator ini bukanlah harga mati, karena guru dapat merumuskan sendiri indikator sesuai denga
n Kompetensi Dasar yang ada.
Pada Kurikulum 2013, guru diberi kesempatan secara luas untuk menganalisis silabus dan Kompetensi Dasar, termasuk materi yang tersaji pada buku siswa. Guru memiliki kesempatan mengembangkan materi pembelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang ada sehingga model pembelajaran tematrik integratif dapat berkembang sesuai kaidah pembelajaran pada implementasi Kurikulum 2013.
Pada Kurikulum 2013, secara runtut, indikator dikembangkan dari Kompetensi Dasar, Komptensi Dasar dari Kompetensi Inti, dan Kompetensi Inti dari Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Adapun Standar Kompetensi Lulusan dikembangkan dari kebutuhan masyarakat Indonesia sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Maka dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat di atas, guru perlu memahami kondisi zaman yang sedang berkebang seperti saat ini. Pemahaman terhadap kondisi zaman merupakan bentuk adaptasi atau mindset yang harus kita pelihara sesuai tuntutan inovasi pendidikan.