Model Pembelajaran
Jigsaw dikembangkan oleh Elliot Aronson dkk, sebagai bentuk model pembelajaran
kooperatif. Model pembelajaran ini dirancang oleh guru dengan melibatkan
seluruh peserta didik secara aktif dalam pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan
Belajar Mengajar (KBM) berlangsung dalam suasana yang aktif dan menyenangkan
sesuai dengan kaidah PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan
Menyenangkan. Melalui model ini, peserta didik diberi kesempatan mencari,
menemukan dan mengemukakan konsep sesuai sajian materi yang ada. Proses
pembelajaran mengarah pada generalisasi yang dibuat seolah-olah oleh peserta
didik.
Langkah-langkah
pembelajran model Jigsaw adalah sebagai berikut;
- Guru menyiapkan beberapa topik
materi yang akan diberikan kepada setiapkel ompok yang ada;
- Guru membentuk kelompok peserta
didik terdiri dari 6 - 7 anggota peserta didik dalam setiap kelompok;
- Dalam pembagian kelompok diatur
sedemikan rupa, sehingga tercipta representasi kemampuan peserta didik
secara merata. Dan setiap kelompok ada satu peserta didik yang nantinya
akan dilibatkan pada tim ahli;
- Guru memanggil kelompok ahli
dan memberikan input mengenai masing-masing topik yang akan disajikan
kepada kelompok masing-masing;
- Tim ahli kembali ke kelompk
asalnya masing-masing dan meng-input materi kepada rekan-rekannya, yang
selanjutnya didiskusikan, dan dilaporkan di depan kelas;
- Setiap kelompok menanggapi
hasil laporan dari masing-masing kelompok;
- Guru memfasilitasi proses
generalisasi dari materi yang dibahas.
