APLIKASI MODEL PAIKEM
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGALIKAN
DUA BILANGAN DUA ANGKA
DI KELAS EMPAT SD NEGERI RANCAGEDE
PENELITIAN
TINDAKAN KELAS
Disusun Oleh :
ASEP PUPUN KURNIA
TITIN SUMINAR
UPTD TK DAN SD DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KECAMATAN CIWIDEY
SD NEGERI RANCAGEDE
SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
JUDUL PENELITIAN
: Aplikasi Model Paikem untuk Meningkatkan Kemampuan
Mengalikan Dua Bilangan Dua Angka di Kelas Empat SD Negeri Rancagede.
A. Latar Belakang
Matematika
adalah mata pelajaran yang sangat penting di sekolah. Mulai dari Sekolah Dasar
hingga Perguruan Tinggi, matematika diajarkan sebagai disiplin ilmu yang pokok
atau spesifik. Adapun di sekolah dasar, mata pelajaran ini menempati posisi
yang urgen, sejajar dan terkorelasi dengan mata pelajaran lainnya, terutama
yang empat; PKn, IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia.
Mengingat
materinya yang sangat penting, maka menempatkan mata pelajaran ini ke dalam
jajaran mata pelajaran yang strategis untuk dikuasai para siswa. Urgensi
materinya, menjadi sekumpulan konsep dasar yang mereflesikan standar kompetensi
dan kompetensi dasar sebagai acuan pokok bagi guru dalam merencanakan
pembelajaran.
Salah
satu dari konsep dasar yang ada adalah perkalian. Perkalian dapat dikatakan
konsep dasar, karena merupakan dasar dalam rangka memahami materi lanjutan yang
tertuang dalam setiap kompetensi dasar yang menjadi rumusan kurikulum. Dalam
hal ini Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Secara
lebih spesifik, pada pembelajaran matematika banyak ditemukan hambatan belajar
para siswa, yakni dalam hal penguasaan konsep dasar. Seperti halnya di kelas
empat SD Negeri Rancagede, konsep dasar perkalian belum dikuasai benar oleh
para siswa, hampir 60% siswa kurang
menguasai konsep perkalian ke bawah. Meskipun kelemahan ini bersifat variatif,
dalam arti ada perbedaan dalam setiap kasus yang dialami. Ada siswa yang belum
memahami struktur penempatan perkalian ke bawah. Tetapi secara umum kelemahan terdapat
dalam hal penguasaan raraban (perkalian).
Dalam
rangka pemecahan masalah belajar ini, peneliti mencoba menerapkan model
Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM).
Model pembelajaran ini tersirat dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 2a ; Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana
pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Pasal
ini merupakan lisensi bagi para guru dalam merancang kegiatan pembelajaran
sesuai dengan karakter guru, dan sesuai kebutuhan siswa. Sehingga tingkat
ketercapaian kompetensi dasar dapat diraih dengan mudah dan cepat. Inilah
fungsi dari model pembelajaran, seperti halnya model paikem ini.
1. Rumusan Masalah
Berdasarkan
temuan guru dalam proses pembelajaran, sehingga ditemukannya masalah dalam
pelaksanaan pembelajaran perkalian, maka dapat dikembangkan rumusan masalah,
yakni; dapatkah model pembelajaran aktif,
inovatif, kreatif, efektif,dan menyenangkan (paikem) meningkatkan kemampuan
siswa secara efektif dalam penguasaan perkalian di kelas empat.
2. Pemecahan Masalah
Sesuai
dengan sasaran dari penelitian tindakan kelas ini, maka pemecahan masalah
dirancang dalam bentuk aplikasi paikem melalui modifikasi pembelajaran
menyenangkan. Elemen yang digunakan meliputi; desain pembelajaran dari sejak
perencanaan hingga pembuatan alat peraga perkalian. Alat peraga ini
mencerminkan kegiatan yang bersifat permainan. Melalui modifikasi ini
diharapkan peningkatan kemampuan peserta didik yang ditunjukkan dengan
perolehan nilai yang setara atau melebihi kriteria ketuntasan minimal (KKM).
3. Tujuan Penelitian
Penelitian
ini memiliki tujuan sebagai berikut;
a. Meningkatkan pemahaman dalam penguasaan
konsep dasar perkalian bagi peserta didik;
b. Meningkatkan kemampuan konseptual siswa
tentang dasar-dasar perkalian serta hubungannya dengan kehidupan sehari-hari;
c. Meningkatkan aktivitas siswa dalam setiap
pengerjaan latihan yang melibatkan pengerjaan pemecahan masalah perkalian.
4. Manfaat Penelitian
Manfaat
penelitian berorientasi paling tidak pada tiga subjek pembelajaran, yakni bagi
peserta didik, guru, dan sekolah.
a.
Manfaat
bagi peserta didik;
1)
Meningkatkan
minat dan kemampuan peserta didik, khususnya pada mata pelajaran matematika;
2)
Meningkatkan
gairah belajar dan aktifitas yang terarah sehingga pembelajaran menjadi
bermakna bagi peserta didik;
3)
Siswa
betah di dalam lingkungan dan suasana belajar, baik di dalam kelas maupun di luar
kelas;
4)
Tercipta
suasana pembelajaran yang lebih bermakna dan berkesinmabungan antar kompetensi
dasar, dan korelatif antar mata pelajaran.
b.
Manfaat
bagi guru :
1)
Mendukung
dalam memperoleh data dan fakta untuk melakukan perencanaan pembelajaran yang
lebih efektif;
2)
Semakin
meningkatnya kemampuan menggunakan metode dan pembuatan alat bantu/peraga
pembelajaran;
3)
Pelengkap
portofolio bagi guru.
c.
Manfaat
bagi lembaga/sekolah :
1)
Tercapainya
kriteria ketuntasan minimal (KKM);
2)
Meningkatnya
mutu dan taraf akreditasi yang diperoleh, karena adanya elemen penelitian dari
guru.
5. Hipotesis Tindakan
Masalah
yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah; dapatkah model paikem diaplikasikan dalam meningkatkan kemampuan
penguasaan perkalian dua bilangan dua angka di Kelas Empat SD Negeri Rancagede.
Tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini melalui perencanaan
pembelajaran berbasis paikem yang realisasinya memadukan berbagai model
pembelajaran pendukung, yakni cooperative
learning yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, kreatif dan
menyenangkan.
dst...................................
dst...................................
