Tampilkan postingan dengan label Contoh Proposal PTK 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Proposal PTK 1. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Desember 2012

Contoh Proposal PTK :




  
APLIKASI MODEL PAIKEM
UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGALIKAN DUA BILANGAN DUA ANGKA
DI KELAS EMPAT SD NEGERI RANCAGEDE

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS




Disusun Oleh :

ASEP PUPUN KURNIA
TITIN SUMINAR



UPTD TK DAN SD DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KECAMATAN CIWIDEY
SD NEGERI RANCAGEDE
SEMESTER GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2010/2011




JUDUL PENELITIAN :  Aplikasi Model Paikem untuk Meningkatkan Kemampuan Mengalikan Dua Bilangan Dua Angka di Kelas Empat SD Negeri Rancagede.


A. Latar Belakang
Matematika adalah mata pelajaran yang sangat penting di sekolah. Mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi, matematika diajarkan sebagai disiplin ilmu yang pokok atau spesifik. Adapun di sekolah dasar, mata pelajaran ini menempati posisi yang urgen, sejajar dan terkorelasi dengan mata pelajaran lainnya, terutama yang empat; PKn, IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia.  
Mengingat materinya yang sangat penting, maka menempatkan mata pelajaran ini ke dalam jajaran mata pelajaran yang strategis untuk dikuasai para siswa. Urgensi materinya, menjadi sekumpulan konsep dasar yang mereflesikan standar kompetensi dan kompetensi dasar sebagai acuan pokok bagi guru dalam merencanakan pembelajaran.
Salah satu dari konsep dasar yang ada adalah perkalian. Perkalian dapat dikatakan konsep dasar, karena merupakan dasar dalam rangka memahami materi lanjutan yang tertuang dalam setiap kompetensi dasar yang menjadi rumusan kurikulum. Dalam hal ini Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Secara lebih spesifik, pada pembelajaran matematika banyak ditemukan hambatan belajar para siswa, yakni dalam hal penguasaan konsep dasar. Seperti halnya di kelas empat SD Negeri Rancagede, konsep dasar perkalian belum dikuasai benar oleh para siswa, hampir 60%  siswa kurang menguasai konsep perkalian ke bawah. Meskipun kelemahan ini bersifat variatif, dalam arti ada perbedaan dalam setiap kasus yang dialami. Ada siswa yang belum memahami struktur penempatan perkalian ke bawah. Tetapi secara umum kelemahan terdapat dalam hal penguasaan raraban (perkalian).
Dalam rangka pemecahan masalah belajar ini, peneliti mencoba menerapkan model Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM). Model pembelajaran ini tersirat dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 40 ayat 2a ; Pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Pasal ini merupakan lisensi bagi para guru dalam merancang kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakter guru, dan sesuai kebutuhan siswa. Sehingga tingkat ketercapaian kompetensi dasar dapat diraih dengan mudah dan cepat. Inilah fungsi dari model pembelajaran, seperti halnya model paikem ini.

1. Rumusan Masalah
Berdasarkan temuan guru dalam proses pembelajaran, sehingga ditemukannya masalah dalam pelaksanaan pembelajaran perkalian, maka dapat dikembangkan rumusan masalah, yakni; dapatkah model pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif,dan menyenangkan (paikem) meningkatkan kemampuan siswa secara efektif dalam penguasaan perkalian di kelas empat.
2. Pemecahan Masalah
Sesuai dengan sasaran dari penelitian tindakan kelas ini, maka pemecahan masalah dirancang dalam bentuk aplikasi paikem melalui modifikasi pembelajaran menyenangkan. Elemen yang digunakan meliputi; desain pembelajaran dari sejak perencanaan hingga pembuatan alat peraga perkalian. Alat peraga ini mencerminkan kegiatan yang bersifat permainan. Melalui modifikasi ini diharapkan peningkatan kemampuan peserta didik yang ditunjukkan dengan perolehan nilai yang setara atau melebihi kriteria ketuntasan minimal (KKM).
3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut;
a.       Meningkatkan pemahaman dalam penguasaan konsep dasar perkalian bagi peserta didik;
b.      Meningkatkan kemampuan konseptual siswa tentang dasar-dasar perkalian serta hubungannya dengan kehidupan sehari-hari;
c.       Meningkatkan aktivitas siswa dalam setiap pengerjaan latihan yang melibatkan pengerjaan pemecahan masalah perkalian.

4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berorientasi paling tidak pada tiga subjek pembelajaran, yakni bagi peserta didik, guru, dan sekolah.
a.       Manfaat bagi peserta didik;
1)      Meningkatkan minat dan kemampuan peserta didik, khususnya pada mata pelajaran matematika;
2)      Meningkatkan gairah belajar dan aktifitas yang terarah sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi peserta didik;
3)      Siswa betah di dalam lingkungan dan suasana belajar, baik di dalam kelas maupun di luar kelas;
4)      Tercipta suasana pembelajaran yang lebih bermakna dan berkesinmabungan antar kompetensi dasar, dan korelatif antar mata pelajaran.
b.      Manfaat bagi guru :
1)      Mendukung dalam memperoleh data dan fakta untuk melakukan perencanaan pembelajaran yang lebih efektif;
2)      Semakin meningkatnya kemampuan menggunakan metode dan pembuatan alat bantu/peraga pembelajaran;
3)      Pelengkap portofolio bagi guru.
c.       Manfaat bagi lembaga/sekolah :
1)      Tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM);
2)      Meningkatnya mutu dan taraf akreditasi yang diperoleh, karena adanya elemen penelitian dari guru.

5. Hipotesis Tindakan
Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah; dapatkah model paikem diaplikasikan dalam meningkatkan kemampuan penguasaan perkalian dua bilangan dua angka di Kelas Empat SD Negeri Rancagede. Tindakan yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini melalui perencanaan pembelajaran berbasis paikem yang realisasinya memadukan berbagai model pembelajaran pendukung, yakni cooperative learning yang mampu menciptakan suasana belajar aktif, kreatif dan menyenangkan. 
dst...................................