Apakah manusia butuh pendidikan?
Barangkali sependapat, bahwa tidak ada manusia yang tidak membutuhkan pendidikan. Manusia, bahkan semua makhluk hidup membutuhkan proses pendidikan sebagai bagian dari upaya menuju kesejatian makhluk hidup tersebut. Manusia, perlu proses pendidikan dalam rangka menuju sejatinya manusia. Manusia, dapat saja dikatakan dewasa, meskipun umur baru mencapai seperempat abad, ketika proses pendidikan mampu menciptakan dirinya sebagai manusia dewasa. Sebaliknya, manusia belumlah dewasa, kendatipun umur telah setengah abad lebih, manakala dirinya kurang bersahabat dengan proses pendidikan.
*Proses pendidikan, akan mengantarkan manusia pada bentuknya, sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Pendidikan yang lebih luas, tentunya mengantarkan manusia pada kehidupan kelak, setelah alam fana ini. Adapun proses pendidikan dalam artian, pemenuhan kebutuhan hidup di dunia ini, adalah upaya pembinaan dan bimbingan skill atau kemampuan menjadi manusia mandiri yang dapat menghidupi dirinya sendiri dan orang lain.
Namun, pada dasarnya, meskipun bersifat keduniaan, tetapi hakekatnya tidak lepas dari kepentingan ukhrowi. Karena di dalamnya, pendidikan mengandung tiga ranah utama, yakni; kognitif, apektif, dan psikomotor.
Dengan demikian, melalui Blog ini, Goresan Pena Gapura (Untaian kata setetes tinta) mencoba melakukan sebuah kontribusi terhadap dunia pendidikan, termasuk juga kepada masyarakat umum, dalam rangka membangkitkan gairah pemikiran dan menggali potensi yang dapat diberikan kepada kaum generasi saat ini, dalam rangka menciptakan sebuah proses pendidikan bagi saat ini dan masa depan.**
Namun, pada dasarnya, meskipun bersifat keduniaan, tetapi hakekatnya tidak lepas dari kepentingan ukhrowi. Karena di dalamnya, pendidikan mengandung tiga ranah utama, yakni; kognitif, apektif, dan psikomotor.
Dengan demikian, melalui Blog ini, Goresan Pena Gapura (Untaian kata setetes tinta) mencoba melakukan sebuah kontribusi terhadap dunia pendidikan, termasuk juga kepada masyarakat umum, dalam rangka membangkitkan gairah pemikiran dan menggali potensi yang dapat diberikan kepada kaum generasi saat ini, dalam rangka menciptakan sebuah proses pendidikan bagi saat ini dan masa depan.**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar